Allegri Menantikan Sosok Buffon yang Hebat di Musim Terakhirnya

Allegri Menantikan Sosok Buffon yang Hebat di Musim Terakhirnya

Allegri Menantikan Sosok Buffon yang Hebat di Musim Terakhirnya – Kiper Juventus Gianluigi Buffon hampir pasti ingin pensiun pasca Piala Dunia 2018. Massimiliano Allegri optimis Buffon bakal ‘meledak’ di musim terakhirnya tersebut. Kontrak Buffon di Juventus segera habis di musim panas tahun depan. Penjaga gawang berusia 39 tahun tersebut akan mengakhirinya secara berlaga di Piala Dunia bersama-sama timnas Italia. Tak bisa dipungkiri bahwa usia tak membatasi penampilan Buffon. Eks kiper Parma itu menjadi satu diantara pemain paling konsisten pada tim yang di belanya.

Allegri menanggapi keputusan pensiun pemainnya tersebut. Dia bereskspektasi bila Buffon akan berusaha keras supaya musim terakhirnya berakhir dengan bagus. “Gigi merupakan seorang pria yang amat baik juga cerdas, dan ia akan tentu saja mempunyai masa depan yang terbaik,” kata pelatih Juventus tersebut kepada Sky, yang dikutip Football Italia. “Dirinya cuma harus memilih apa yang ia ingin nikmati. Hal sangat pentingnya ialah dia bermain sebagai kiper didalam cara yang terbaik, sama seperti yang telah dia lakukan sepanjang ini,” sambung Allegri. “Dirinya masih kiper terbaik dunia dan akan kembali membuktikannya saat musim ini, sebab dia akan memulai Piala Dunia terakhirnya lalu dia akan perlu bersiap dalam cara terbaik. Demi mempersiapkan dengan cara terbaik, dia bakal harus bisa menuntaskannya tuk Juventus.”

Antara AS Roma, Inter Milan, Atau Bermain di Luar Italia untuk si Striker Sassuolo Ini?

Antara AS Roma, Inter Milan, Atau Bermain di Luar Italia Untuk si Striker Sassuolo Ini?

Antara AS Roma, Inter Milan, Atau Bermain di Luar Italia Untuk si Striker Sassuolo Ini? – Domenico Berardi bisa jadi tengah bimbang berkaitan masa depannya. Ia dihadapkan kepada pilihan, antara merapat ke AS Roma, Inter Milan dan atau bermain diluar Italia. Berardi yang main sebagai striker punya 59 gol dari 159 laga bersama Sassuolo semenjak 2012, ketika klub itu masih ada di Serie B. Masa depan Berardi sering dispekulasikan menyusul maraknya klub yang kepincut dengannya. Namun Sassuolo senantiasa menegaskan tak mau menjual pemain andalannya itu. Walau demikian tuk musim panas ini Sassuolo rasa-rasanya tak bisa menahan Berardi terus lebih lama mengingat ia sudah ingin menemukan tantangan baru.

Apalagi manajer Sassuolo, Eusebio Di Francesco, barusan meninggalkan klub tersebut dan hengkang ke Roma. Ini semakin memperbesar kemungkinan Berardi tuk pergi. Sejumlah klub semisal Inter dan Roma menjadi peminat utama Berardi sekarang, tidak cuma tentunya terdapat tawaran main dari klub luar Italia. Satu diantaranya ialah Arsenal & chelsea. “Ada tidak sedikit kemungkinan buat Berardi. Roma & Inter melulu disebut-sebut, hari ini kami mendapatkan tawaran penting buatnya dari klub luar Italia,” tutur Direktur Sassuolo, Giovanni Carnevali, sebagaimana dikutip Football Italia. “Kami tak mau menjualnya, namun kami tahu ada banyak sekali tawaran – juga terkait hasrat si pemain – maka bakal sulit mempertahankannya,” sambungnya. “Kami musti melakukan beraneka evaluasi dengan pemain bersangkutan dulu,” tutupnya.

Harapan Spalletti: Semoga Di Francesco Bisa Membuat Solid Roma

Harapan Spalletti: Semoga Di Francesco Bisa Membuat Solid Roma

Harapan Spalletti: Semoga Di Francesco Bisa Membuat Solid Roma – Luciano Spalletti mengharap AS Roma makin solid dibawah tangan dingin Eusebio di Francesco. Karena Spalletti mengakui skuad terpecah belah dikarenakan perselisihannya atas Francesco Totti. Spalletti sebetulnya mampu menghantarkan Roma tampil fantastis musim lalu hingga kalah bersaing kepada Juventus di minggu-minggu terakhir Serie A. Di bawah asuhan Spalletti Roma dibawa menjadi tim kedua terproduktif secara 90 gol, terbanyak dalam sejarah klub itu serta mengoleksi 87 poin. Sialnya Spalletti kemudian memilih tuk pergi dari Roma usai tidak memperpanjang kontraknya kemudian dikontrak Internazionale. Kepergian Spalletti sendiri digadang-gadang belum disetujui beberapa fans Roma yang terasa itu lantaran perselisihannya terhadap Francesco Totti.

Memang relasi Spalletti dan Totti tidak lagi harmonis ketika kapten Roma itu rutin dibangkucadangkan. Keputusan yang tergolong dilematis mengingat Totti sebetulnya masih mau bermain sedangkan Spalletti merasa Totti tidak lagi bisa berkontribusi banyak buat tim. Untuk itu Spalletti mengharap kedatangan Di Francesco selaku pelatih baru musim panas menjadikan ruang ganti Roma jadi adem ayem lagi serta para pemain kembali solid. Apalagi Totti tidak lagi eksis di tim itu. “Inter mengkontak saya sebelum musim tuntas. Saya pun telah memberitahu Pallotta bila saya akan pergi,” kata Spalletti dalam acara konferensi pers perkenalannya selaku pelatih anyar Inter.

“Setelah perpisahan Roma, ini yang terbaik bisa saya terima. Saya tak ada maksud apapun dengan mengungkapkan ini,” sambungnya sebagaimana dikutip Football Italia. “Di Roma, saya pribadi lebih sering terpecah belah dibanding bersatu. Ada problem dalam hal mengurus Totti.” “Saya menyaksikan ini dari sisi sebaliknya – perasaan cinta yang sangat besar kepada pemain sangat penting ini telah memecah belah support serta peduli kami untuk tim.”

“Saya tak mampu menyatukan lagi, saya tak melakukan pekerjaan dengan benar. Kedua hal tersebut musti itu berjalan bersama.” “Saya didalam masalah sebab rumor yang saya dengar dari fans. Saya dengar itu di jalanan, di bar, perempatan lampu merah. Memang banyak yang mensupport tapi tetap saja terdapat perbedaan disana.” “Mereka semuanya musti bersatu. Saya mendo’akan itu buat Roma,” tutupnya.

Leave a Reply