Punggawa yang Berhasil Pasca Balik lagi Ke Tim Waktu Kecil

Punggawa yang Berhasil Pasca Balik lagi Ke Tim Waktu Kecil

Punggawa yang Berhasil Pasca Balik lagi Ke Tim Waktu Kecil – Balik lagi ke ex klub di waktu muda dapat menjadi destinasi realistis untuk beberapa punggawa. Sejumlah alasan yang kerap dipergunakan punggawa yang balik lagi ke ex klubnya antara lain berminat membalas budi serta dapat tetap memperoleh tempat utama di usia yang telah senja. Contoh terakhir dari punggawa yang balik lagi ke ex timnya ialah Wayne Rooney. Punggawa 31 tahun ini segera menghasilkan gol di laga debut keduanya di Premier League bersama dengan Everton di minggu lalu. Tetapi, sejumlah punggawa di bawah ini tidak cuma balik lagi demi itu. Mereka masih mempunyai ambisi yang tinggi dan malah ada yang memperoleh torehan yang membanggakan bersama dengan bekas timnya. Di bawah ini merupakan daftar 5 punggawa yang memperoleh keberhasilan saat balik lagi ke mantan timnya.

Carlos Tevez (Boca Juniors) – Tevez sudah dikenal semenjak ia hijrah ke Premier League secara memperkuat West Ham pada tahun 2006. Namanya semakin menjadi buah bibir seusai ia sebagai salah satu aktor didalam keberhasilan MU memperoleh gelar Liga Champions pada tahun 2008. Tevez lalu berpindah-pindah ke sejumlah klub Eropa misalnya Manchetser City dan Juve. Tetapi, di musim panas 2015 atau seusai ia mengantar Juve masuk ke final Liga Champions, punggawa yang dijuluki Carlitos itu balik lagi ke klub zaman kecilnya, Boca Juniors
Di kesempatan keduanya bermain untuk Boca, Tevez berhasil memberikan trofi juara Liga Argentina bagi klub ini. Sekarang ini Tevez tengah menjadi pemain kesebelasan dari Tiongkok, Shanghai Shenhua.

Juan Sebastian Veron (Estudiantes La Plata) – Sebelum terkenal secara luas jadi bintang Serie A pada tahun 90-an dan awal 2000-an, Veron merupakan punggawa muda yang begitu menonjol di akademi Estudiantes. Seusai berpindah-pindah ke sejumlah klub Italia dan Inggris, Veron tidak lupa untuk pulang ke kampung halamannya. Pada tahun 2006, Veron mengambil keputusan untuk balik lagi ke Estudiantes. Pilihan itu sudah jelas tepat. Veron bertindak krusal didalam kesuksesan klub ini memperoleh Copa Libertadores pada tahun 2009 dan masuk ke ajang Piala Dunia antara klub-klub di tahun yang sama. Tetapi, begitu disayangkan Veron dan rekan-rekan musti kalah dari Barca pada laga final dengan kedudukan 2-1 ketika sempat draw di saat normal. Sekarang Veron menjabat jadi Presiden Tim Estudiantes.

Andriy Shevchenko (Dynamo Kiev) – Shevchenko menjadikan nama yang setingkat lebih besar saat dia hijrah ke Milan melalui Dynamo Kiev pada tahun 1999. Lebih dari 1 waktu lalu, sehabis 2 kali bermain untuk Milan di kesebelasan Inggris, Chelsea, penyerang ini balik lagi ke tempat tinggalnya, Ukraina. Shevchenko langsung unjuk gigi kembalinya ia ke Kiev belum cuma untuk bernostalgia. Didalam 2 musim berturut-turut ia kerap dapat membikin 2 dijit gol bagi tim itu. Shevchenko akhirnya pensiun di 2012 untuk menjadi politisi, meskipun partainya cuma mengklaim 1,58 % suara didalam pemilihan parlemen tahun itu. Sheva pribadi kini memiliki status jadi manajer timnas Ukraina.

Dirk Kuyt (Feyenoord Rotterdam) – Kuyt memulai kariernnya bersama dengan FC Utrecht. Tetapi, ia mulai tumbuh dan terkenal jadi striker ganas di Eredivisie seusai bergabung dengan Feyenoord pada tahun 2003. Performa apiknya bersama dengan Feyenoord tersebut yang membikin Liverpool kepincuut mengundangnya pada tahun 2006. Kuyt bisa dibilang lama berseragam The Reds dan menghasilkan tidak sedikit gol bagi klub itu. Setelah sempat 2 musim berseragam tim Turki Fenerbahce, Kuyt memilih balik kampung ke Feyenoord pada tahun 2015. Sehabis cuma menghantarkan timnya masuk ke Liga Europa pada musim perdananya, di musim lalu Kuyt yang berperan jadi kapten dapat membawa tim ini memenangkan Eredivisie. Kuyt setelahnya gantung sepatu pada musim panas ini.

Jose Antonio Reyes (Sevilla) – Dapat dikatakan reyes ialah punggawa gemilang yang termasuk didalam daftar ini. Bermain amazing bersama dengan kesebelasan muda Sevilla, Reyes akhirnya menarik Arsenal. The Gunners membeli Reyes yang saat itu masih berumur 21 tahun dengan nilai yang begitu mahal yaitu 20 jt Euro. Di Arsenal performa Reyes selalu amazing hal itu lah yang membikin Real Madrid mengundangnya pada tahun 2006. Telah sempat berhasil di Atletico Madrid, Reyes mengambil keputusan balik kampung ke Sevilla pada tahun 2012. Pilihanya itu sudah jelas takkan pernah salah. Bersama dengan Sevilla Reyes berhasil memperoleh gelar Liga Europa 3 musim berturut-turut dari musim 2013-14 sampai dengan musim 2015-16.

Leave a Reply